Thursday, November 13, 2008
History Behind Nine Revolution
Nine Revolution

Angkatan ke -9 dari SMA NEGERI 10 "Melati" SMD, yang biasa yang dipanggil rempokz ini, dibangun dengan rasa persahabatan dan Kasih sayang, hal ini terdengar dramatis namun itu semua benar adanya. Kami tinggal di asrama hidup bersama dengan rukun , walau awalnya kami harus dipenuhi konflik yang alsannya tidak jauh dari"egois,manja,sakit-sakitan,idealistis,ambisius", sifat yang biasa dimiliki manusia namun luar biasa terasa di sekolah Jami. Angkatan yang awalnya berjumlah 88 hinga menjadi 70 lebih terjadi karena "dikeluarkan, kasus yang tak pantas, sakit-sakitan". bahkan teman kami ada yang telah kembali ke Allah SWT, yaitu RIA Kusumawardani dan Risma Nurtia, teman yang memberikan makna persahabatan, agama, kasih sayang, dan arti memahami dan dipahami.
Apa yang kmai rasakan telah membuat kami mengerti sebagian arti dari hidup ini?! kami merasakan apa yang anak remaja lainnya rasakan, yaitu arti memanfaatkan hidup ini, arti menghargai dan dihargai, serta semua makna kehidupan yang tidak bisa disebutkan satu per satu, bahkan makian dan cacian telah membuat kami bagkit , hingga kami bisa membuktikan bahwa nagkatan kami mampu menembus universitas yang angkatan sebelumnya sulit untuk mencapainya. terima kasih Allah SWT. walaupun kami sekarang jauh, perbedaan pulau tak membuat kami sulit untuk bertemu, berkumpul, bercanda jauh lebih sering dibanding reuni-reuni SMA lain, karena kami bukanlah teman atau sekedar sahabat tapi kami adalah KELUARGA.

Apa yang kmai rasakan telah membuat kami mengerti sebagian arti dari hidup ini?! kami merasakan apa yang anak remaja lainnya rasakan, yaitu arti memanfaatkan hidup ini, arti menghargai dan dihargai, serta semua makna kehidupan yang tidak bisa disebutkan satu per satu, bahkan makian dan cacian telah membuat kami bagkit , hingga kami bisa membuktikan bahwa nagkatan kami mampu menembus universitas yang angkatan sebelumnya sulit untuk mencapainya. terima kasih Allah SWT. walaupun kami sekarang jauh, perbedaan pulau tak membuat kami sulit untuk bertemu, berkumpul, bercanda jauh lebih sering dibanding reuni-reuni SMA lain, karena kami bukanlah teman atau sekedar sahabat tapi kami adalah KELUARGA.

Ini Saatnya Para Gamers Berpesta!

JAKARTA, RABU - Tak mudah mencari gamers yang mau berbagi cerita tentang kegilaan mereka bermain game. Maklum saja, lima menit saja sangat berarti bagi mereka. Sedikit lengah, kalah yang didapat. Di arena pameran Indonesia Game Show, Rabu (12/11), ratusan gamers memanjakan diri. Hampir di seluruh booth penyedia game penuh dengan para gamers. Beberapa diantaranya harus mengantri untuk mendapatkan kesempatan adu kebolehan bermain game.Satu diantaranya adalah Ellen (19) yang dijumpai tengah bermain Idol Street di salah satu booth. Menurutnya, pameran game merupakan saatnya berpesta bagi para gamers. "Jarang-jarang ada pameran begini. Lumayan buat update game terbaru dan ikut lomba kecil-kecilan," kata mahasiswa semester dua salah satu universitas swasta di Jakarta ini. Ellen sendiri gandrung ngegame sejak 3 tahun terakhir ini. Meski mengaku tak sampai lupa waktu, ia selalu menyisihkan waktu 2 hingga 3 jam untuk ngegame online di warnet. "Ya, kalau libur aja," kata dia. Mario (11) juga punya cerita. Siswa kelas 5 SD BHK Jelambar, Jakarta Barat ini maniak dengan permainan Ayo Dance!. Katanya, permainan ini cukup menantang, meskipun hanya berupa dance competition. Selain itu, ia juga suka dengan permainan yang mengedepankan pertarungan seperti Fighting. Apa yang dicarinya di Indonesia Game Show? "Liat permainan baru aja. Ama main gratis, he-he-he," katanya sambil tertawa. Biasanya, sang ibu hanya mengizinkan Mario bermain game di komputernya setiap akhir pekan. "Karena ada pameran, dapet bonus. Kan jarang-jarang," ujar bocah berkacamata ini. Menjelang petang, pameran Indonesia Game Show dan Indocomtech yang memamerkan produk-produk teknologi terbaru, semakin ramai didatangi pengunjung. Kebanyakan, para pekerja yang menyempatkan berkunjung sepulang kantor. Pameran Indonesia Game Show masih akan berlangsung hingga 16 November, sementara Indocomtech dapat Anda kunjungi hingga 15 Novemer. Inggried Dwi Wedhaswary (www.kompas.com).
Wednesday, November 12, 2008
HEXAPODA it proves robot developments..
Students at the HTL Saalfelden engineering school created Hexapodmeisterschaft, a six legged dancing robot. The creepy looking robot won the dancing category of the 2008 Austrian Hexapod Championships with this dance to the tune of Mambo #5. The contest took place back in April and since then this video has slowly been climbing the Internet viral video popularity charts. What most of the sites carrying this video don't talk about though is the contest itself. While Hexapodmeisterschaft may be the most visible hexapod, there plenty of others at the event, competing in both the dance category and in a hexapod race. You can find videos of the other hexapods on the competition forum and on YouTube. If you're in Austria, you should plan on going to next year's contest in April of 2009.
Dancing HEXAPODA
Students at the HTL Saalfelden engineering school created Hexapodmeisterschaft, a six legged dancing robot. The creepy looking robot won the dancing category of the 2008 Austrian Hexapod Championships with this dance to the tune of Mambo #5. The contest took place back in April and since then this video has slowly been climbing the Internet viral video popularity charts. What most of the sites carrying this video don't talk about though is the contest itself. While Hexapodmeisterschaft may be the most visible hexapod, there plenty of others at the event, competing in both the dance category and in a hexapod race. You can find videos of the other hexapods on the competition forum and on YouTube. If you're in Austria, you should plan on going to next year's contest in April of 2009.
Ratifikasi Konvensi Antitembakau, Segera!
JAKARTA, RABU — Semakin meningkatkan konsumen rokok di Indonesia melahirkan rasa prihatin pada sejumlah kalangan masyarakat, terutama para pemerhati masalah kesehatan. Mereka lantas mendesak Pemerintah untuk
segera meratifikasi kebijakan yang dikeluarkan WHO (Badan Kesehatan PBB) tentang pengurangan atau pembatasan rokok.Menurut salah seorang peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonsia Abdillah Ahsan, hingga saat ini sudah ada 168 negara yang
tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC). "Namun Indonesia tidak termasuk di dalamnya karena belum mendapat pengesahan dari Pemerintah, padahal sudah berulangkali kami desak," kata Ahsan di sela acara Pembacaan Petisi Anti-Rokok di Jakarta, Rabu (12/11). Pembacaan petisi ini didukung 133 tokoh masyarakat dan publik figur.
Meskipun sudah ada peraturan daerah dan peraturan gubernur DKI Jakarta, yang mengatur tentang larangan merokok di areal publik, namun kenyataannya tak sesuai dengan yang ada di lapangan. "Sebab dari data yang dikeluarkan oleh WHO pada 2008 menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara pengguna rokok terbesar ketiga setelah China dan India," lanjutnya.
Sedangkan berdasarkan data yang dimiliki Ahsan, sebanyak 400 ribu orang per tahun di Indonesia meninggal dunia akibat rokok, dan 60 juta lainnya tercemar karena asap rokok. "Untuk konsumsi di kalangan remaja meningkat 144 persen dari tahun 1995, sampai tahun 2004," jelasnya.
Karena itu, pihaknya akan terus mendesak Presiden dan anggota DPR untuk segera meratifikasi FCTC dan membuat UU yang mengatur pengendalian dampak tembakau karena sifatnya yang mendesak. "Walaupun Pemerintah Indonesia turut menyusun FCTC, namun sampai saat ini belum ikut meratifikasinya, padahal itu merupakan
suatu kebutuhan yang mendesak," tutur Ahsan. ( wisnu widiantoro/kompas)
Subscribe to:
Posts (Atom)

